Anyong haseo yorobun….
Ini fanfic pertamaku, tolong dimaklumi jika banyak banget kelemahannya. Dan pliss setelah baca (kalau ada yang baca) kasih komen ya…
Semoga terhibur…
Casts :
Nam Ri Rin
Bi Rain
Park Yoo Chun
Kimmi (Nam Ri Rin Best Friend)
Other TVXQMembers
FT Island
Dan tokoh2 yang mungkin muncul tanpa pemberitahuan sebelumnya
NB : kalo ada tulisan miring, itu artinya POV (point of view-nya) tokoh itu sendiri, misal isi hatinya.
RAIN FOR RIN
1st drop
Di pesisir pantai di sebuah desa terpencil….
Huuusshh.
Nam Ri Rin menghembuskan nafasnya yang berwujud asap rokok dengan perlahan. Puntung rokoknya tersisa sedikit lagi dan dia menikmati setiap isapan terakhir. Sesekali membetulkan letak kacamatanya dan memijit-mijit pelipisnya, rona lelah terlukis jelas di wajah putih dan polos tanpa make up. Tapi, bukan hanya itu, di sana juga ada rona bahagia.
(Bad Guy- Bi Rain)ringtone ponsel Nam Ri Rin.
Nam Ri Rin : Yobseo?
Kimmi : Ya! lagi dimana? Waktu istirahat udah lewat 10 menit yang lalu, cepat balik, kita ke pulau ini buat baksos, bukan jalan-jalan.
Nam Ri Rin : Araso ! ini juga lagi jalan, pantainya bagus.
Kimmi : Merokok sendirian lagi?
Nam Ri Rin : Gak, cuma liat pemandangan. Keno.
Begitu menutup ponselnya, dengan berat hati dan langkah Nam Ri Rin berbalik untuk kembali ke pos baksos tempat dia dan beberapa rekan co-ass-nya sedang mengadakan pengobatan gratis. Berdua dengan Kimmi, Nam Ri Rin adalah co-ass yang beruntung mendapat pertukaran pelajar selama 1 tahun atau 2 semester. Sudah 10 bulan berlalu sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki di korea, itu artinya waktu yang tersisa untuk Ri Rin dan Kimmi hanya kurang lebih 2 bulan lagi. Ri Rin menjatuhkan puntung rokoknya di pasir lalu menginjaknya beberapa kali memastikan api di puntung rokok itu sudah padam sebelum akhirnya mulai berjalan menuju pos. Tapi seseorang memanggilnya.
Seseorang : Ya! Ajhumma, tidak boleh buang puntung sembarangan di pantai, bisa merusak lingkungan.
Ri RIn menghentikan langkahnya lalu berbalik, melihat siapa yang berani menegurnya dengan sebutan….
Nam Ri Rin : Mwa? Ajhumma? Ya! Kamu buta?
Seseorang itu ternyata seorang pria dengan tinggi yang di atas standar cowok korea, plus kulit putih dan penampilan yang ekslusif dengan sebentar saja melihatnya bisa dipastikan cowok itu bukanlah penduduk desa itu. Cowok itu berjalan mendekati Ri Rin. Semakin dekat ada fakta yang membuat Ri Rin kaget. Dan fakta itu semakin nyata ketika cowok itu hanya terpisah tidak lebih 1 meter dari hadapanya.
Nam Ri Rin : Bi Rain?(berbisik, tanpa sengaja)
Yup, cowok itu Bi Rain. Nam Ri Rin tentu mengenalnya, dan sekarang sedang berusaha meyakinkan diri bahwa yang berdiri di depannya itu benar-benar Bi Rain dan dia bukan mimpi atau mengkhayal. Karena siapa tahu legenda bisa melihat makhluk cakep pantai selatan yang ada di Indonesia juga berlaku di pantai-pantai di Korea. Dan itu memang Bi Rain.
Bi Rain : Ajhumma, kutip kembali puntung rokok itu dan buang pada tempatnya (menunjuk ke puntung rokok, sambil tetap menatap wajah Ri Rin yang bengong)
Nam Ri Rin : (Tiba-tiba connect, apalagi karena dipanggil ajhumma) Araso, maaf.(memungut puntung rokoknya lalu bergegas pergi).
Sekembalinya ke pos baksos, Kimmi menghujaninya dengan omelan.
Kimmi : Rin~ah! Dari mana aja sich lo? Kita tu kedatangan banyak pasien, untung Han~sonseng gak tahu kalo lo ngilang. Ingat waktu kita cuma tinggal beberapa minggu lagi, jangan hancurin reputasi kita dong, gimanapun kitakan bawa-bawa nama bangsa kita Indonesia.
Nam Ri Rin : (masih agak bengong dan tidak memperdulikan omelan Kimmi) menurut lo, mungkin gak ada artis di sini?
Kimmi : (menghela nafas, agak kesal karena omelannya diabaikan) Rin~ah, gue tau awalnya lu ngotot banget ke korea karena pengen ketemu artis2 korea kesayangan lo tapi karena kita terlalu sibuk sama kerjaan di rumah sakit bahkan bernapaspun sulit, tapi bukan berarti lo berhak ngayal ketinggian-kan?
Nam Ri Rin : (berbalik menatap Kimmi dengans rius) benarkan? gak mungkin ada artis di sini?
Kimmi : pabo! ya iyalah, mana ada artis datang ke daerah kampung kayak gini, kurang kerjaan tuh artis.
Nam Ri Rin : (mengangguk berkali-kali) berarti tadi gue cuma berhalusinasi
Kimmi : berhalusinasi apa?
Ri Rin hendak menceritakan kepada Kimmi tentang perjumpaannya dengan Bi Rain tapi tiba-tiba seluruh dokter co-ass di minta berkumpul, karena mereka harus kembali ke kota. Ri Rin mengurungkan niatnya bercerita, dan sejak yakin bahwa itu halusinasi maka dia berusaha melupakan kejadian itu di bus, saat perjalanan kembali ke kota bersama rombongan baksos.
Malam hari di apartemen Ri Rin, bel berbunyi, Ri Rin membuka pintunya dengan penampilan seadanya berhubung masih capek dan lelah. Tapi, otaknya langsung on begitu menyadari siapa yang berdiri di depan pintunya.
Bi Rain : Hai (tersenyum)
Nam Ri Rin : (terbata-bata) ha-ha-hai. ommo, Bi Rain ke apartemenku, apa yang dia lakukan?tunggu ini benar-benar dia kan?
Bi Rain : aku mau mengembalikan ini, Nam~songseng (menunjukkan kartu identitas dokter milik Ri Rin)
Ri Rin baru ngeh dan secepat mungkin mengambil kartu itu dari tangan Bi Rain.
Nam Ri Rin : Gansamida. ayo Ri Rin cepet tutup pintunya sebelum penghuni lain di apartemenini sadar bahwa ada Bi Rain lalu matilah kau!!Anyong
Ri Rin secepat mungkin menutup pintu, Bi Rain menahannya.
Bi Rain : Ajhumma, tidak sopan sekali. Paling tidak tawari aku kopi atau teh karena sudah bersusah payah ngembaliin kartu itu (membuka pintu lebih lebar lalu masuk tanpa permisi).
Nam Ri Rin : (berjalan cepat mendahului Rain dan menghadangnya masuk lebih dalam) Rain, kamu harus segera keluar dari sini, jangan sampai ada yang tahu kamu di sini.
Bi Rain : Wee? Apa kamu tinggal dengan orang lain? Setahuku tidak(memandang sekeliling), karena tidak mungkin orang mau tinggal dengan cewek berantakan kayak kamu.
Ri Rin tercengang dengan kata-kata Rain, dan dengan berat hati dan cuma dalam hati membenarkan bahwa dia memang tidak rapih.
Nam Ri Rin : tapi, tetap saja kamu harus segera pergi sebelum aku diserang fans kamu, aku masih mau hidup, pasti ada yang tahu kamu kemari mana kamu juga gak pake acara nyamar. Ya Tuhan, apa salahku, kenapa tiba-tiba jadi begini,
Bi Rain : bukankah harusnya kamu senang, ada artis terkenal yang mendatangimu?
Nam Ri Rin : (masih dengan gaya menghadang) itu dia, that’s to good to be true, sebelum aku dikeroyok missal sama fans kamu sebaiknya kamu pergi.
Bi Rain : (menurunkan tangan Ri Rin ke posisi siap) tenang saja di bawah ada beberapa bodyguardku. Aku jauh-jauh ke mari, paling tidak berilah aku teh.
Nam Ri Rin : (takjub karena baru saja di sentuh Rain) Ya Tuhan, apa yang sedang Kau rencanakan?
Bi Rain : hanya secangkir teh (ulang Rain)
Nam Ri Rin : setelah itu kamu pulang? (Rain mengangguk)
Ri Rin akhirnya membuatkan teh untuk Rain yang sekarang duduk di meja makan, karena memang cuma meja makan yang bersih sedangkan tempat lain berantakan.
Nam Ri Rin : Ommo, Bi Rain lagi ada di apartemen gue, mungut kartu id gue yang tadi jatuh di pantai en ngantar sendiri ke gue dan sekarang sedang ngeliatin gue buatin teh buat dia. Ini anugrah tapi bisa jadi musibah kalo tiba-tiba fansnya….
Bi Rain : kamu, salah satu fans ku?
Nam Ri Rin : (sadar dari pikirannya) bukan
Bi Rain : (dahinya mengerut)
Nam RI Rin : (memberikan secangkir teh pada Rain)yah aku tahu kamu artis, kamu cakep dan terkenal, aku suka lagu-lagu kamu tapi aku bukan fans kamu.
Bi Rain : aneh (meminum tehnya, sedikit), untuk artis penyanyi korea siapa yang kamu suka?
Nam Ri Rin : Baek Si Young
Bi Rain : (tersenyum) kamu suka boy band atau band?
Nam Ri Rin : ow ow, perasaan gue aja atau Rain sedang cari tahu tentang kesukaan gue, kayak lagi pdkt sama cewek, ups! Yah aku suka sama FT Island, suka banget malah.
Bi Rain : (tersenyum lagi)kalau artis penyanyi pria korea, siapa yang kamu suka?
Nam Ri Rin : (berpikir sejenak) Micky Yoo Chun, anggota DBSK, kamu tentu tahu kan?
Raut wajah Rain berubah jadi aneh dan agak dingin. Dan sesaat kemudian menghabiskan teh-nya.
Bi Rain : (bangkit dari kursi) aku sudah menghabiskan teh-ku. Gansamida.
yup, ini posting pertama n langsung tentang fanfic, bagi yang s4 baca plis kasih komen, tq